The Proudest Moment of 2017

Seharusnya saya menulis cerita ini pada sebulan lebih yang lalu, tepatnya tanggal 18 November 2017, ketika salah satu peristiwa sangat penting terjadi. Menunda menceritakannya bukan disengaja, pun tidak bermaksud menganggap peristiwanya kurang bermakna. Hanya saja, perlu rasanya diceritakan secara lebih komprehensif, dimulai dari alasan terjadinya, untuk menghindari kesalahpahaman hahaha… And I just found the time to write about it during this year-end holiday.

Sekitar akhir September 2017, tiba-tiba datang sebuah pesan WhatsApp dari teman lama. Seorang teman seangkatan waktu berkuliah di Fisika ITB, yang sejak beberapa tahun lalu – tidak tahu persisnya – terpanggil untuk mengabdikan hidupnya sebagai dosen di Program Studi Fisika ITB. Bahkan seingat saya, setidaknya 6 teman seangkatan Fisika 99, memilih berkontribusi balik ke Fisika sebagai dosen, suatu pilihan yang sangat terpuji.

Kembali ke pesan WhatsApp tadi, isinya cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, saya dinominasikan sebagai penerima penghargaan Alumni Berprestasi dari Program Studi Fisika ITB untuk FMIPA Award 2017, atas dasar kontribusi ke dunia Fisika melalui entrepreneurship. Wow! Ya, walaupun masih sekedar nominee, tapi setidaknya ada pihak yang me-recognize apa saja yang saya lakukan selama ini, yang mungkin saja bermanfaat, sehingga layak untuk dinominasikan. Itupun cukup berarti. Continue reading The Proudest Moment of 2017