IMG_1196

The Proudest Moment of 2017

Seharusnya saya menulis cerita ini pada sebulan lebih yang lalu, tepatnya tanggal 18 November 2017, ketika salah satu peristiwa sangat penting terjadi. Menunda menceritakannya bukan disengaja, pun tidak bermaksud menganggap peristiwanya kurang bermakna. Hanya saja, perlu rasanya diceritakan secara lebih komprehensif, dimulai dari alasan terjadinya, untuk menghindari kesalahpahaman hahaha… And I just found the time to write about it during this year-end holiday.

Sekitar akhir September 2017, tiba-tiba datang sebuah pesan WhatsApp dari teman lama. Seorang teman seangkatan waktu berkuliah di Fisika ITB, yang sejak beberapa tahun lalu – tidak tahu persisnya – terpanggil untuk mengabdikan hidupnya sebagai dosen di Program Studi Fisika ITB. Bahkan seingat saya, setidaknya 6 teman seangkatan Fisika 99, memilih berkontribusi balik ke Fisika sebagai dosen, suatu pilihan yang sangat terpuji.

Kembali ke pesan WhatsApp tadi, isinya cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, saya dinominasikan sebagai penerima penghargaan Alumni Berprestasi dari Program Studi Fisika ITB untuk FMIPA Award 2017, atas dasar kontribusi ke dunia Fisika melalui entrepreneurship. Wow! Ya, walaupun masih sekedar nominee, tapi setidaknya ada pihak yang me-recognize apa saja yang saya lakukan selama ini, yang mungkin saja bermanfaat, sehingga layak untuk dinominasikan. Itupun cukup berarti.

Salah satu yang di-consider adalah banyaknya (menurut organizer) kontribusi terhadap alumni dan mahasiswa Fisika ITB melalui perusahaan-perusahaan yang saya bangun dan aktifitas-aktifitasnya. Well, sejujurnya saya merasa belum banyak berkontribusi. Memang, lebih dari 20 alumni dan mahasiswa ITB sudah pernah “tersentuh”, entah sebagai partner/co-founders, karyawan, dan intern. Tapi jika dibandingkan dengan perusahaan oil & gas, bank, institusi pemerintah, pastinya saya kalah banyak. Walaupun memang bukan perbandingan apple to apple, karena perusahaan ini adalah perusahaan saya sendiri (dan juga co-founders lainnya), sebagai hasil dari ketekunan entrepreneurship yang sudah dijalani 18 tahun terakhir.

Memang, dua tahun terakhir ini saya banyak kembali ke kampus terkait dengan direction perusahaan baru saya, DycodeX, seputar Internet of Things (IoT). Sedikit banyak, mungkin memang ada kontribusi ke Fisika terkait bidang ini, entah sebagai “motivator”, employeer, dan sponsor. IoT adalah salah satu industri yang tepat untuk ditekuni fisikawan, mengingat fisikawan pasti pernah belajar elektronika (analog dan digital), Listrik dan Magnet, Gelombang, software programming, dan pastinya common belief dari semua fisikawan bahwa tidak ada yang lebih susah dari Fisika 😛 Itulah mengapa, sebagai legalized physicist, saya terjun ke IoT dan bersemangat untuk mengajak fisikawan yang lain untuk ikut meliriknya.

Tibalah

Dua minggu sebelum hari penyerahan Penghargaan FMIPA 2017, yang bertepatan dengan Dies Natalis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB yang ke-70, datanglah sebuah undangan. Saya tidak berani berasumsi apa-apa, bahwa saya betul-betul akan terpilih sebagai penerima penghargaan atau tidak. Mungkin undangan itu seperti halnya buat nominees penerima penghargaan Oscars, bahwa semua nominee diundang, dan pemenangnya diumumkan nanti selama acaranya.

Dan tibalah hari itu, Sabtu, 18 November 2017. Saya berhasil membujuk nyonya untuk mendampingi. Melawan kemacetan Bandung saat weekend, kami berhasil tiba di Aula Timur ITB sekitar pukul 9.30.

IMG_1184.jpg

Acara direncanakan berlangsung dari jam 9 pagi sampai jam 12 siang. Beginilah suasananya:

IMG_1185-r

Sebagai bonus, bisa bertemu lagi dosen-dosen sewaktu kuliah. Berkat orang-orang hebat inilah, saya bisa berpikir dan berkemampuan problem solving yang lebih baik.

IMG_1240.jpg

Pengumuman

Dan tibalah pengumuman penghargaan Alumni Berprestasi dari semua program studi di FMIPA ITB. Oh, sedikit informasi, bahwa program-program studi di FMIPA saat ini sudah berbeda dibanding 18 tahun yang lalu sewaktu saya masih berjuang untuk lulus. Saat ini, tinggal 4 program studi: Fisika, Matematika, Astronomi, dan Kimia.

Jujur, saya berimajinasi pengumuman a’la Oscars, dimana semua nominee disebutkan dahulu, baru “pemenang”nya. Imajinasi tersebut tidak menemui realita, tapi terobati karena…. eng ing eng… sayalah “pemenang”nya. Iya, saya adalah Alumni Berprestasi dari Fisika ITB 2017!

IMG_1210.jpg

Mohon jangan tanya mengapa saya yang dipilih, dan siapa saja nominees-nya, saya tidak tahu. Pemenang Oscars juga tidak mendapat penjelasan mengapa mereka menang.

Ladies and gentlement, inilah 4 Alumni Berprestasi FMIPA ITB 2017 dari semua program studi. Maaf, saya lupa siapa saja “pemenang” dari program studi yang lain.

IMG_1212.jpg

Dan tak lupa ditodong untuk menyampaikan sepucuk kata-kata dan betapa bangganya menjadi alumni Fisika ITB.

IMG_1612.jpg

Bukan, yang di belakang itu bukan bodyguard saya :)

Plakat

Dan inilah yang saya terima sebagai bukti.

IMG_1196.jpg

 

IMG_1194.jpg

Seonggok plakat dan selembar kertas memang terlihat not much, tapi merekalah salah satu dari validasi dari kerja keras dan kontribusi selama ini. Mungkin bisa dipakai untuk naik pangkat/jabatan, atau melamar kerja? Well, walaupun saya belum berencana untuk naik jabatan atau pindah tempat kerja :)

Kali Ketiga

Penghargaan Alumni Fisika Berprestasi adalah kali ketiga saya menerima penghargaan dari almamater tercinta.

Penghargaan pertama dianugerahkan 14 tahun yang lalu, sebagai Mahasiswa Terbaik, Tingkat Institut Teknologi Bandung Tahun 2003. Salah satu dari sekian banyak – lupa persisnya, pastinya dari setiap program studi – mahasiswa terbaik ITB.

Scan-r.jpeg

Di tahun yang sama, saya berhasil lulus dari Fisika ITB setelah melewati salah satu perjuangan terberat dalam hidup, ya berkuliah di Fisika. Tapi perjuangan itu ditutup dengan hasil yang lumayan, lulus dengan predikat Cum Laude.

Scan 4-r.jpeg

Thanks Fisika, thanks ITB. Amazing time.

And that was my proudest moment of 2017. What’s yours? Thanks 2017!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *