Twenty Fourteen

2014 is one of the important year of my life, possibly the most. It’s the year that I decided to end my life as single entity, formally united with another entity named Gina.

(continued in Bahasa Indonesia)

I started the year with 200% focus on the wedding preparation. Terbiasa hidup mandiri dan menopang biaya hidup sendiri sejak kurang lebih 12 tahun lalu, cukup malu untuk minta bantuan orang tua, alhasil perlu membiayai pernikahan sendiri semuanya. Biayain bareng sama calon istri sih, tapi ternyata ideal wedding that I have in my mind butuh biaya yang lumayan. So, it’s been a challenging preparation.

Apparently, need more time to finish this post, will come back later. For now, I describe my 2014 life story in photos, here it is:

View in new window

 

Pantai Penyabong

Got a new spot sewaktu mudik lebaran ke Belitung tahun 2012 ini. Namanya Pantai Penyabong, terletak di Kecamatan Membalong, sekitar 60 km dari kota Tanjung Pandan, atau 100 km dari Kecamatan Kelapa Kampit, that’s where I live. Pantainya masih belum seterkenal Pantai Tanjong Tinggi, misalnya, tapi pantai ini  sungguh menyajikan pemandangan yang tak biasa. Rangkaian batu yang luar biasa besar dan menjorok ke pantai menjadikannya tempat yang luar biasa untuk spending time. Lihat sendiri foto-fotonya: Continue reading Pantai Penyabong