Bandung IoT Dev Day Flyer

Bandung IoT Developer Day

Yay!… H-1 sebelum acara “Bandung IoT Developer Day”! Acara gratis ini akan berformat seminar dan dalam episode pertama ini (sebagai awal dari episode-episode selanjutnya) diusung tema “developing for IoT with web technologies”.

Acara ini sudah diideasi sejak 3 bulan yang lalu, dan mulai dipersiapkan sejak 1 bulan terakhir. Two thumbs-up buat organizer: DycodeEdu sebagai leading education provider yang berfokus pada modern/latest technologies, dan Iot4Bdg sebagai komunitas IoT pertama dan terbesar di Bandung. Organizer telah menyiapkan semuanya dengan cukup baik, dan berhasil “sold out” akhir minggu lalu dengan mengumpulkan 100 peserta dan lebih dari 50 diantaranya sudah ter-confirm akan hadir. Mewakili penyelenggara, saya berterima kasih kepada calon peserta yang sudah daftar. Terima kasih pula buat media partner dan teman-teman lainnya yang telah ikut men-share info tentang acara ini. Semoga besok semuanya lancar dan kita semua bisa mendapatkan manfaat dari acara ini.

Sebagai ideator acara ini, saya sengaja memilih tema development IoT dengan teknologi web. Apa yang mungkin bisa didapatkan dari tema ini? Apa alasannya?

Kita semua sudah tahu definisi Internet of Thing atau IoT. Pengembangan solusi IoT melibatkan kombinasi rekayasa hardware elektronik dan rekayasa software. Perangkat hardware IoT biasanya diotaki microcontroller (MCU) atau microprocessor (MPU) dan rangkaian pendukung yang compact dan standalone, tapi dengan kapabilitas dan kapasitas yang terbatas. Untuk itu, best practise dalam software development untuk IoT biasanya menggunakan bahasa pemograman tingkat rendah atau menengah, Assembler atau C.

Terlepas dari keterbatasannya, perangkat IoT menuntut kemampuan yang cukup kaya, yang tidak sekedar mengontrol actuator atau membaca sensor, tapi juga memiliki kemampuan processing yang cukup dan harus terkoneksi dengan internet guna mengirim data atau menunggu perintah, agar dapat dikelola dari jarak jauh. Untuk itu, perlu dikembangkan software yang mampu memenuhi kebutuhan yang cukup kompleks itu. Software developer jelas diperlukan di sini.

Sebagai software developer, khususnya application developer, saya yakin kita sebisa mungkin untuk selalu menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi untuk pengembangan software/aplikasi, demi kemudahan dan produktivitas. Ketika dihadapkan pada MCU/MPU programming, umumnya software developer akan kewalahan jika harus langsung menggunakan Assembler atau C.

Lalu apa kaitannya teknologi web dalam pengembangan software IoT? Pertama kita lihat dulu apa itu teknologi web dalam kaitannya dengan software development. Bahasa pemrograman atau framework apa saja yang dikategorikan dalam teknologi web? Ternyata, semua bahasa pemrograman yang memiliki kapabilitas untuk bekerja dengan TCP/IP, khususnya protokol HTTP, dan memanipulasi HTML, bisa dikatakan termasuk sebagai teknologi web. Dalam acara ini, akan dibatasi penggunaan JavaScript dan Node.js.

Mengapa JavaScript?

Rasanya hampir semua software developer pernah mengecap web development dalam level apapun. Dan sekecil apapun porsinya, JavaScript pasti digunakan, entah untuk memanipulasi HTML, bahkan mungkin digunakan sebagai full-blown server-side scripting dengan Node.js (yang menggunakan bahasa JavaScript), misalnya. Singkatnya, hampir semua software developer seharusnya tahu JavaScript.

Tentunya akan sangat keren jika kita bisa menggunakan JavaScript untuk mengembangkan software buat IoT. Apakah mungkin?

Ternyata sejak  3 tahun terakhir hal itu sudah dimungkinkan. Inilah tujuan utama dari conference ini, mengenalkan alternatif-alternatif teknologi MCU/MPU dan platform yang mendukung JavaScript.

Apakah akan terus menggunakan JavaScript sebagai bahasa utama dalam IoT development, atau hanya sebagai entry point saja, pilihannya diserahkan kepada developer masing-masing. Tapi yang pasti, sudah banyak sekali produk-produk IoT yang menggunakan Node.js, misalnya, khususnya yang berbasis MPU Raspberry Pi. Dan, seperti akan ditunjukan nanti, JavaScript akan sangat berguna untuk keperluan quick prototyping hardware.

Mengapa DycodeEdu Menyelenggarakan Acara Ini?

DyCode sebagai parent company dari DycodeEdu, sudah bermain di area IoT sejak awal tahun ini. DyCode sudah menelurkan 1 produk IoT yang sudah masuk tahap production dan diterima sangat baik oleh pasar, yaitu Jepret Allegra.

Selama riset dan pengembangan Allegra, kami menemui tantangan yang luar biasa. Walaupun sebenarnya ide Allegra cukup sederhana, tapi membuat produk yang layak dipakai oleh end-user, menimbulkan tantangan tersendiri. 30% hardware dan 100% software Allegra harus diproduksi secara internal. Mengingat ekosistem industri IoT di Indonesia yang masih sangat awal, tidak banyak support yang bisa didapatkan. Sehingga tim DyCode harus belajar dan mengexplore sendiri semuanya dari scratch.

Melihat kondisi ekosistem tersebut, DyCode melalui DycodeEdu berniat untuk sedikit berkontribusi melalui aktifitas-aktifitas yang bersifat grassroots, dan langsung menyentuh hal-hal fundamental, yaitu sumber daya manusia. Harapannya, sedikit kontribusi tersebut bersifat nyata dan langsung berdampak baik pada ekosistem.

Sevisi dengan komunitas Iot4Bdg, yang juga berfokus pada pengembangan human resources, kami berkolaborasi untuk mengadakan acara ini.

Semoga bermanfaat. Tunggu episode selanjutnya.